Berbicara Tentang Kegagalan…

Gagal (KBBI: tidak berhasil; tidak tercapai) adalah sebuah kata yang sangat tidak diharapkan kedatangannya oleh setiap manusia. Berhubung gue adalah manusia, jadi gue gak mengharapkan adanya kegagalan dalam hidup gue. Tapi tentu aja gue juga gak bisa nolak kalau emang gue ditakdirkan untuk gagal. Bukan gue, tapi kita. Kita sebagai manusia pasti pernah gagal.

Gagal bisa dalam hal apa aja.

Misalnya dalam hal sekolah.

Gue, sebagai siswa, tentu aja pernah ngalamin yang namanya remed, lupa ngerjain PR, dimarahin guru, kehabisan gorengan di kantin, dan segala macam kisah sedih di sekolah lainnya.
Gue gak pernah dapet ranking 1. Gak pernah menang lomba. Gak pernah dimintai tolong temen buat ngerjain PRnya, yang ada malah gue yang sering ngemis jawaban. Nilai gue sering dibawah nilai temen-temen, dan gue mikirnya lemot. Gue juga sering banget kehabisan gorengan favorit gue di kantin.

Tapi gue sadar semua itu bukan sepenuhnya kesalahan dari otak gue, tapi karena guenya juga. Gue bukan tipikal anak yang kutu buku dan rajin. Setelah gue survey, memang belajar gue paling gak niat diantara temen-temen. Gue baru mulai belajar setelah gue puas main, dan selesai kurang dari 30 menit setelah itu. Dan itu cuma terjadi saat besoknya ujian. Ujian aja gue belajarnya cuma buka-buka buku dan nyari kata-kata penting, dibaca sekilas. Matematika? Gue gak pernah latian soal.
Dan untuk masalah gorengan, kalau dipikir-pikir, gue sering mengulur waktu buat ke kantin. Gue juga gak berani nerobos orang-orang yang lagi jajan, jadi gue menunggu barisan agak longgar. Itu yang menyebabkan gue sering kehabisan.

Gue tau apa yang seharusnya gue lakukan. Gue harus belajar lebih rajin dan mengutamakan sekolah. Gue juga harus cepet-cepet ke kantin ketika bel istirahat berbunyi. Tapi gue gak lakukan itu.

***

Jadi, jika elo merasa gagal dalam sesuatu. Introspeksi dulu, apa yang sebenernya ngebuat elo gagal. Apakah dari lingkungan elo,  dari sikap elo, atau emang udah nasibnya kayak gitu.

Buat poin terakhir, bukan maksud gue untuk terlalu pasrah sama keadaan. Karena emang kegagalan gak selalu buruk, kok. Bisa aja Tuhan ngasih elo nasib berupa kegagalan, untuk nunjukin elo sesuatu yang jauh lebih baik. Contohnya aja, tweet yang gue baca beberapa hari yang lalu dari @WOWFakta :

Tweet @WOWFakta

Jadi ceritanya nih, si Koki ingin membuat cake dan dia gagal karena kesalahannya sendiri. Tapi apa? Ternyata buah dari kegagalannya itu adalah sesuatu yang sama baiknya bahkan lebih baik dari tujuan utamanya. Dan kegagalannya itu memberikan manfaat buat orang-orang.

Memang gak semua kegagalan bisa berbuah manis seperti itu, bahkan kebanyakan pait pait banget. Kalau udah kayak begitu ya disyukurin aja, dan tetep: Introspeksi dan berusaha memperbaikinya. – Nya disini, adalah hasil dari introspeksi itu sendiri. Hanya elo dan Tuhanlah yang bisa dengan pasti menentukan, Salahnya Dimana?, dan hanya elo juga yang bisa berusaha untuk memperbaikinya.

Dan juga tentu aja banyak-banyak berdoa karena Tuhan-lah yang menentukan segalanya. Sekeras apapun usaha elo, kalo Tuhan gak bilang kunfayakun, ya gak akan jadi juga.

“Usaha tanpa doa adalah sombong,
Doa tanpa usaha adalah bohong”

Jadi, jangan takut untuk gagal!

Advertisements

2 thoughts on “Berbicara Tentang Kegagalan…

  1. arip November 23, 2013 at 2:24 PM Reply

    Ga ada yg namanya kegagalan. Yg ada tuh cuma sukses atau “dapat pengalaman & ilmu baru agar nanti sukses”. 😀

    • nisrinaarrifda December 20, 2013 at 3:02 PM Reply

      “dapat pengalaman & ilmu baru agar nanti sukses”, nama lainnya adalah gagal 😐

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: